Day 52. Law of Attractions

Hai. Aku mau cerita sama kamu kalau akhir-akhir ini fyp Tiktok muncul akun yang membahas tentang law of attractions. Bukan ilmu yang asing lagi buat aku karena dulu pernah bersentuhan dengan ilmu tersebut. Apa sih law of attractions? LOA adalah sebuah konsep meyakini sesuatu hal yang belum kita miliki secara sadar dengan berjalannya waktu semesta akan mulai mencarikan jalan atas keinginan yang kita yakini tersebut. Pendeknya, yakin dulu baru dapat.

Ada pengalaman yang membuat aku akhirnya percaya bahwa apapun yang kita yakini, kita ucapkan dengan lisan, akan terwujud suatu saat. Cerita ini terjadi ketika aku masih kuliah, waktu itu ada sahabat yang mengajak untuk pulang ke kampung halamannya di Pemalang. Singkat cerita, kebiasaan masyarakat lokal disana ketika pagi hari adalah bercengkerama bersama dengan keluarga. Membahas hal – hal yang ringan, bertukar informasi dan tak lupa pasti ada tambahan dakwah dan nasehat. Ada momen ketika masuk ke topik pembahasan cita – cita, orantuanya sahabatku memberikan pertanyaan:

Tante    : kalau mas dibyo habis lulus mau ada rencana apa?

Aku        : Dibyo pengen balik kampung, bu. “bali ndeso, mbagun ndeso.” Ucapku dengan yakin dan   bayangan perasaan bangga ketika berhasil mewujudkannya.

Tante    : Wah bagus juga itu mas. Semoga apapun itu rencananya, bisa bertanggungjawab atas pilihan sendiri. Katanya dengan nada menenangkan khas ibu – ibu. Hehehe

tidak menyangka sama sekali kalau momen itu adalah gerbang pembuka dari pekerjaan yang aku dapatkan setelah lulus kuliah. Memang tidak langsung mengarah ke sasaran. Pemberian alam semesta yang aku dapatkan waktu itu sangat jauh dari konsep pemberdayaan masyarakat. Namun disinilah aku mencoba tetap tenang dan meyakini bahwa ini semua adalah sementara, waktu terbaikku akan datang dengan sendirinya. Benar saja, akhirnya aku mendapatkan pekerjaan yang berhubungan dengan pembangunan masyarakat dalam hal ini adalah pemberdayaannya. Senang sekali rasanya.

Cerita lainnya adalah waktu dimana aku masih berstatus pekerja di salah satu instansi pemerintahan di Kota Semarang. Aku mencoba untuk melamar pekerjaan baru yang dapat meningkatkan kemampuanku dalam hal pemberdayaan masyarakat dan pertanian organik. Kebetulan waktu itu ada NGO sesuai kriteria yang aku harapkan. Sayangnya aku gagal dan tahukan kamu apa yang aku lakukan? Aku bertingkah laku seperti aku lolos dan sudah bekerja disana dengan visualisasi gaji yang aku harapkan. Ajaibnya, tidak ada seminggu istirahat, aku mendapatkan tawaran membantu menyelesaikan survey di salah satu lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dibidang lingkungan. Memang belum sesuai dengan kriteria yang aku minta tetapi aku tetap menerima dengan baik dan aku masih yakin bahwa waktuku akan datang dengan sendirinya.

Qodarullah, minggu terakhir sebelum kontrak selesai, aku mendapatkan email dari situs kerja NGO. Aku membaca ada sebuah NGO yang membuka lowongan kerja dibidang yang sesuai kriteria. Singkat cerita setelah proses pemberkasan dan wawancara. Alhamdulillah aku diterima dan yang lebih menakjubkan lagi adalah gaji yang aku dapatkan sesuai dengan apa yang aku yakini dulu. Pesan yang mau aku sampaikan adalah mulai yakini hal penting yang kamu pengen banget dapatkan, tenang ketika belum menerima yang sesuai, jalani hidup saat ini dengan maksimal dan tunggu pasti waktumu akan datang dengan sendirinya. Jangan halu, semoga sehat selalu….

Penulis: dibyoagungprabowoblog

Will dedicated Life in Healthy (Food and Body) and Humanity. #SellingForCaring!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s