#KatrokTraveler2 Antara Boyolali dan Klaten

#KatrokTraveler2 menceritakan perjalanan empat manusia pribumi yang sedang mencari salah satu obyek wisata di sawit. Gunung? Laut? Bukan. obyek wisata yang kami maksud adalah KAMPUNG LELE. sudah lama sekali sejak aku kuliah di Perikanan, salah satu ikon boyolali tersebut sering di perbincangkan. dan baru sekarang aku mendapatkan kesempatan main kesana.

perjalanan dari semarang menuju kampung lele membutuhkan waktu tempuh sekitar 3 jam. berbekal nama ketua yang diceletukkan oleh dosen saat kuliah pemasaran hasil perikanan dan alamat yang aku serching di google, kami berempat nekad berangkat dengan niat untuk mengetahui bagaimana sistem pemasaran yang terdapat di kampung lele. tidak mudah untuk mencari sebuah alamat, kami sempet nyasar. itu wajar. traveling tanpa nyasar bagai sayur tanpa garam. *jangan ada musik dangdut dulu*. Nyasar adalah cara Tuhan untuk menunjukkan bahwa the power of mout itu mutlak untuk digunakan. Setelah tanya dengan penduduk sekitar, akhirnya kita sampai dan mata terus menyusur ke setiap petak sawah yang terdapat kolam dengan mulut yang tidak sengaja terbuka. Yaah beginilah #KatrokTraveler ketika melihat sesuatu yang baru.

Tugas kita selanjutnya adalah mencari seseorang yang bernama Bapak Darseno. beliau adalah ketua di kelompok tani kampung lele. pertemuan kami dengan bapak darseno memang tidak sengaja, kami bertemu dengan beliau di sebuah warung yang kebetulan waktu itu kita sedang beristirahat dan menanyakan identitasnya kepada pemilik warung. Alhamdulillah ya, inget, keberuntungaan adalah salah satu bukti doa orangtua mu dikabulkan oleh Allah.

Kami kemudian berbincang-bbincang dengan beliau, memberikan informasi maksud kedatangan kami kesini untuk apa. belaiu mengijinkan. kami di ajak untuk melihat langsung bagaimana kondisi disana. “kebetulan juga hari ini kita ada kunjungan 200 orang dari lampung yang mau studi banding dengan kita mas” imbuh pak darsono. wow bener-bener wow. ini sangat ajaib. disitu aku merasa sebagai #Katroktraveler lagi. Hahaha

Baiklah aku akan berusaha mereview apa yang sudah saya dapatkan selama kurang lebih 3 jam disana.

  1. kampung lele merupakan sebuah kelompok tani yang diketuai oleh bapak darseno.
  2. Kegiatan yang terdapat di kampung lele adalah budidaya ikan lele dan cacing sutera.
  3. Benih ikan berasal dari luar daerah dan beberapa melakukan pembibitan sendiri dengan mengawinkan indukan dengan beberapa kriteria.
  4. kegiatan budidaya skala ekstensif yang artinya membutuhkan lahan yang luas dengan sistem pemberian pakan menggunakan pakan buatan dan alami (cacing sutera)
  5. Kegiatan budidaya tidak menggunakan obat obat kimia sama sekali, karena mereka mengacu kepada CPIB (cara pembudidaya ikan yang baik dan benar).
  6. cara untuk mengatasi penyakit atau lain sebagainya pada ikan adalah dengan memainkan aliran air, di puasakan dan mengatur kedalaman (rata-rata kedalaman 1 meter) dan memiliki saluran sanitasi
  7. Masing masing anggota berusaha mencari link pasar. kegiatan panen sudah dijadwalkan per kolam dengan pembagian wilayah pasar yang berbeda. Tidak ada perbedaan harga jual  ke bakul/tengkulak dengan pasar. Meskipun terlihat mahal namun pasar tetep mencari stok lele dari kampung lele karena kualitasnya.
  8. keunggulan produk lele di kampung lele adalah mereka benar benar mempertahankan produk lele memalui CPIB.
  9. lokasi kampung lele berdekatan dengan kampung mina padi

Nah, itu dia sedikit ulasan aku mengenai kampung lele. bagi siapapun yang mau berkunjung kesana, silahkan,monggo, orang orang nya welcome banget dan insyaAllah ilmunya bermanfaat untuk masa depan.

1472309082815
Dari kiri : Saya, Rizal, Bapak Darseno dan Lidya

Mumpung di Klaten, tidak ada salahnya untuk mampir di Umbul. umbul di klaten sangat banyak, yang sudah terkenal sih umbul ponggok. padahal masih banyak umbul lainnya yang tidak kalah bagus dan bening. Umbul Penganti misalnya. lokasinya tidak jauh dari umbul ponggok. biaya retribusinya masih murah Rp 3000 untuk satu orang. bagi yang mau snorkling bisa menyewa snorkel, masih murah menurutku, cuman Rp. 10.000. Naah abis snorkel bawaanya laper. tenang. disana makanannya masih murah. benar benar harga ndeso Hahahah..

20160828_102446
Selamat menikmati makan siang mu #KatrokTraveler

Demikian secuil informasi perjalanan aku selama di Klaten, kalau ada yang di diskusikan silahkan tinggalkan apapun di kolom komentar. sekian.

Salam #KatrokTraveler!

#KatrokTraveler1

 

Selamat Pagi Katroktraveler..

Sebagai seorang traveler, seharusnya bukan soal alam aja yang harus banget di explore. masih banyak hal lain yang patut kalian explore. memang pemandangan alam seperti pengunungan, laut dan sebagainya mampu memanjakan jiwa yang sedang butuh ketenangan. namun, tidak ada salahnya apabila sekarang kalian mencoba untuk traveling ke tempat tempat yang dapat menambah ilmu pengetahuan. Selain menambah ilmu pengetahuan, tentunya kalian bisa mengeksplore apapun yang ada didaerah tersebut.

tempat pertama yang menjadi list #KatrokTraveler aku adalah Jepara. perjalanan ini didasari niat untuk belajar cara membuat biogas dari kotoran ternak. di sana, aku belajar biogas dengan bapak Lilik Setyo Wibowo, beliau adalah seorang pengusaha yang dulunya bekerja sebagai “pengasuh ayam” disebuah perusahaan ternak. sekarang, beliau sudah memiliki usahanya sendiri, ya walaupun masih dalam skala kecil, namun omsetnya udah fantastis. usaha yang digeluti bapak lilik adalah ternak puyuh. beliau memasarkannya ke beberapa daerah seperti simo, rembang dan lain-lain. bagi kalian yang sedang membutuhkan perlengkapan ternak puyuh bisa tinggalkan pesan dikolom komentar ya Hahahaha.

seiring berjalannya waktu, salah satu masalah yang dihadapi oleh para peternak adalah limbah kotoran. bau. bahkan bisa mengganggu masyarakat setempat apabila lokasinya berdekatan dengan kampung. namun, hal itu tidak menjadi masalah untuk bapak Lilik, beliau berhasil mengolah limbah kotoran ternak menjadi biogas yang mampu dimanfaatkan untuk masyarakat sekitar. proses pembuatan biogas tersebut menggunakan kotoran burung puyuh. bahan baku tersebut memiliki kelebihan dibandingkan dengan kotoran sapi maupun kambing. kelebihannya adalah biogas yang dihasilkan oleh kotoran puyuh lebih banyak dibandingkan kotoran hewan lainnya seperti kotoran sapi. namun kelemahannya adalah prosesnya untuk menghasilkan biogasnya lebih lama. biogas yang dihasilkan dapat dimanfaatkan menjadi Gas untuk memasak, Lampu dan pemanas air untuk mandi.

buat kalian yang mau belajar biogas, silahkan mampir ke rumah beliau. belajar biogas sangat penting untuk investasi dimasa depan kalian. kalian insyaAllah tidak akan repot repot beli gas LPG yang harganya makin kesini makin tinggi. untuk yang mau diskusi, silhkan tinggalkan pesan dikolom komentar. 🙂

20160820_090218
DVD Materi Biogaas

Selain belajar tentang biogas, tidak afdol rasanya bila berkunjung ke kota orang tanpa mecicipi kuliner khasnya. Ada yang tahu kuliner khas di Jepara yang sangat cocok untuk menu makan siang? Jika belum, berarti kalian termasuk #KatrokTraveler Hahahaha. Dijepara ada kuliner yang namanya Balungan. Seperti namanya, kuliner ini berbahan baku balung atau “tulang” dalam bahasa indonesia nya. Rasanya? Pedas, manis, dan asem. mantab sekali bung! kalin harus cobain. Harganya masih terjangkau banget. warung balungan hanya buka dari jam 09.00-12.00. jangan tanya pengunjungnya seberapa. membludaaak! Segera datang ke sana yaaa…

20160820_113448
Selamat menikmati #KatrokTraveler

Nah, menjelang sore hari, paling enak memang menikmati pemandangan yang bikin adem hati dan pikiran. Jepara adalah kota pesisir yang memiliki banyak pantai. kalian bisa pilih pantai apapun, tapi aku pilih pantai bandengan. karena kebetulan waktu itu sedang mengikuti salah satu agenda teman. Asli. menjelang sore, pemandangannya indah banget. kalau boleh milih, mau bangun rumah disana aja. biar tiap hari bisa melihat pemandangan yang waw.

20160820_171635
Sunset di Tanah Bandengan, Jepara. Hahahaha

Sekian perjalanan #KatrokTraveler1 di kota kartini, Jepara semoga bermanfaat informasi diatas. nantikan perjalanan aku yang selanjutnya yaa…

P.s terimakasih untuk mas Dewa yang mau nganterin keliling kota tempat tinggalmu. Hahaha