Day 2. Mulai menua huhu

Aku hari ini mau cerita keresahanku tentang sirkel pertemananku sekarang dan bagaimana kondisiku saat ini. Hari ini aku bangun siang seperti biasanya, iya semenjak aku kerja di perusahaan sekarang, aku menjadi lebih banyak waktu luang karena pekerjaannya yang fleksible dan tidak mengharuskanku bekerja dari kantor. Awalnya aku bahagia karena aku akan bisa lebih banyak melakukan kegiatan yang mendekatkanku pada mimpi. Nyatanya, alih alih aku memasak, riset pasar, eksperimen, atau lainnya aku malah asik menonton tiktok, maraton drama korea di telegram, melihat video di youtube. Aku menjadi tidak produktif dan terjebak dalam lingkaran ini terus menerus hingga saat tulisan ini ditulis. Aku menyadari bahwa aku semakin payah, aku menjadi malas, minus mataku ku rasa semakin bertambah, pun juga dengan mata silinderku. Mataku menjadi merah karena sering aku paksain untuk begadang menontn drama korea, manatap layar smartphone seharian. Kalau seperti ini terus, aku akan semakin rusak dan menua. Astaga, aku tidak mau ini terjadi padaku secepat ini. Temen – temen pasti menyangka kalau aku tidak bahagia kalau aku terlihat seperti ini. Wah, perasaan macam apa ini, kenapaa aku lebih mementingkan persepti teman – temanku dari pada keadaan diriku sendiri.

Hari ini aku coba untuk mencari informasi di internet bagaimana cara menyembuhkan mata merah, silinder, minus, dll. Lama aku menggeser layar handphoneku, aku terhenti pada salah satu website dari perusahaan penyembuhan mata terbaik di kota semarang. Gila, harga untuk pemeriksaan mata 700.000 sekali periksa, itu hanya pemeriksaan dan konsultasi. Belum dengan tindakan dan pengobatan yang sudah menyentuh angka dua digit. Aku tertegun. Kaget sekali asli. Aku seketika menyesal karena tidak bisa menjaga pemberiannya dengan baik. Aku jadi berfikir untuk segera menjauhkan hidup dari handphone. Aku pengen hiatus tahun depan, tapi aku lagi – lagi tersadar kalau aku belum punya penghasilan passive. Hah, bagamana ini? Aapa yang harus aku lakukan? Apa aku harus menyerah begitu saja? Aku tidak mau, aku mau cari cara untuk mendapatkan passive income dalam satu tahun ini.

Salah satu rekan kerjaku menghubungiku hari ini. Dia memintaku bertemu dengan teman – teman sewaktu aku kerja di kantor pemerintahan. Aku sebenarnya sangat enggan bertemu. Aku tidak cocok dengan mereka. Tapi ada satu tanggungjawab yang mengharuskanku pergi kesana. Aku harus mengembalikan kunci salah satu ruang yang masih aku bawa. Bodoh sekali aku, kenapa pula aku harus lupa mengembalikannya waktu itu. Issshhh. Dengan berat hati aku putuskan untuk mengiyakan rencana itu. Lalu, aku tersadar apakah aku akan menemui mereka dengan keadaanku yang seperti ini? Oh tidak, aku akan olahraga hari ini, aku akan merawat wajahku dengan masker andalanku selama ini. Tapi bagaimana dengan mataku? Apakah aku harus menyembunyikannya? Aiss. Bagaimana bisa? Hah. apakah aku harus berbohong kepada mereka atau aku akan cuek dan tidak peduli dengan penampilanku? Entahlah. Aku tidak tau mau bagaimana. Aku berharap aku bisa menemui mereka dengan keadaan yang terbaik dan mungkin ini adalah waktu yang terbaik untukku. Hah menulis benar –benar bisa menjadi andalanku untuk menuangkan semua keresahanku. Bagaimana dengan kalian? apakah kalian juga seperti itu? Hihi, to dulu sini!!

Sebenernya aku masih ada satu keresahan yang aku sembunyikan dari teman – temanku, tentang kenapa aku akhirnya memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak kerjaku di kantor pemerintahan. Tapi sepertinya itu terlalu panjang kalau harus aku ceritakan sekarang. Hahaha nanti saja yaaa. Sekarang udah dulu. Jangan halu, semoga bahagia selaluu. Daaah

Day 1. Meragukan mimpi sendiri

Haii. Kenalin, aku dibyo. Aku punya banyak banget keresahan dalam hidupku. Tapi aku selalu menyembunyikanya dari keluarga dan orang lain. Aku memilih untuk mengungkapkannya lewat tulisan. semoga dengan tulisan ini, aku bisa merasa lega dan didengar oleh kalian. Aku percaya kalian yang mampir disini adalah orang yang memang ditakdirkan oleh Tuhan untuk bertemu denganku melalui tulisan. Semoga kita semua bisa bahagia dengan apa yang kita punya sekarang yaa..

Ada yang umurnya sudah menginjak angka 24 tahun? Wah kita sama. Tapi mungkin ada beberapa dari kita yang ngga sama keadaan kesehatan fisik dan jiwanya. Hal – hal yang aku rasain diumur segini tuh, sibuk dengan pikiran yang selalu merasa kurang karena beberapa teman – teman seperjuangan baik ketika sekolah menengah atas maupun kuliah sudah menemukan kebahagiannya masing – masing. Padahal aku juga sama seperti mereka, aku sudah kerja, aku menghasilkan uang, hanya saja aku memang belum tertarik untuk mencari pasangan hidup. Entah kenapa, aku pengen banget punya mimpi yang harus berhasil aku wujudkan sebelum aku menikah. Eh apa nih, kenapa udah sampai menikah ya? Hahahah. Jujur, kadang ada momen yang bikin aku, apa nikah sekarang aja ya? Siapa tau bla bla bla bla. Bahkan ada kejadian yang menurutku lucu. Jadi waktu itu ceritanya aku sedang mengistirahatkan tubuh setelah bantu mamah masak di dapur. Tiba tiba saja pintu kamar dibuka…

Mamah : “ Mas, mau nikah ngga?” tanyanya tiba – tiba.

Aku        : Hah? kaget karna ga ada angin ngga ada ujan main samber aja.

Mamah : Iya, mau nikah ngga? Tanyanya lagi dengan muka datar.

Aku        : Apasih mam! Kenapa emangnya? Timpaku setengah bengek.

Mamah : Mamah ada uang nih, kalau mau nikah, sekarang aja yaaa..

Aku        : Hahahahaha mamah kira nikah tuh kaya beli ciki diwarung apa? Nggak!

Mamah : Yaudah, ngga nih? Masih mastin terus.

Aku        : Apaan sih mam, gila aja, makan apa sih tadi?

Mamah : Yudah, fix yaaaa. Uangnya tak taruh dideposit aja kalo gitu.

  Aku        : Yaudah sono, simpen aja biar jadi banyaaak. Aku mau nikah pake uang sendiri. Doain aja semoga rejeki mas banyaak. Ngga mau nyusahin orangtuaa. Jawabku melegakan

Mamah : Aamiin. Malah beneran mamah ngga repott..

Aku        : Yeeee.. berangkat sonoo. Ati ati dijalan, semoga laris jualannya

Begitulah aku sama mamahku. Dari dulu aku memang hanya dekat dengan mamah. Beliau bisa jadi teman sekaligus mamah. Tapi ya gitu, terkadang ada hal hal yang ngga bisa aku ceritain kepadanya karena mamah sudah terlalu lelah dengan tanggungjawabnya. Aku memang punya niat ketika kelak aku menikah, aku pengen pakai biaya sendiri. Bahkan aku pengen bisa ngasih uang ke kedua orangtuaku kelak. Semoga niat baik kita semua bisa terwujud yaaa. Kalau kamu gimana? Iya, kamu yang baca tulisan sampai kata ini, sudah ada bayangan belum? Jangan khawatir, bermimpi itu gratis kok, siapa tau semesta mengaminkan. Peluk.

Ngomongin tentang mimpi, diumur 24 tahun ini apa kamu masih percaya dengan impian? Aku pribadi masih, tapi sering juga takut untuk memulai. Bodohnya aku, kalau seperti ini terus mimpi akan tetap jadi mimpi. Nggak akan pernah jadi nyata. Ngomong – ngomong, memangnya mimpiku apa ya? Kok sampai aku ngga berani untuk memulainya? Jadi gini temen – temen, aku tuh pengen banget punya impian hidup damai di desa dengan menerapkan ilmu zero waste, pengelolaan sampah rumah tangga, ngelola kebun organic, membantu memberdayakan masyarakat di desa, membantu mereka untuk mendapatkan pandangan baru tentang apa yang bisa mereka hasilkan dengan sumberdaya yang ada disana. Aku tau, ini masih sulit bagiku karena aku masih takut dengan kemungkinan kegagalan, aku belum punya sumber income passive untuk menghidupiku selama didesa nanti, aku masih karyawan lepas di salah satu NGO yang bergerak dibidang lingkungan. Maka dari itu, bantu doain aku yaa teman – teman, semoga aku bisa memanfaatkan segala fasilitas digital yang ada sekarang. Semoga aku ngga malu, semoga aku kuat. Kamu juga yang udah baca sampai tulisan ini, semoga kamu dan aku berani untuk melangkah membangun mimpi ya. Semangat!!

Segini dulu yaaa, nanti lanjut lagi kalau udah resah gelisah hahahah.

Daaah!

Baik baik disana yaaaa, jangan halu, semoga bahagia selalu.

After Graduated

IMG-20171108-WA0010
dari kiri : Farah Aditya (Sahabat Se-topik dan Se-dosen pembimbing Skripsi) dan Saya

Assalamualaikum wr wb..

Alhamdulillah, saya bersyukur banget akhirnya bisa menyelesaikan pendidikan sarjana tahun 2017 (telat banget ya? biarin!) dan resmilah saya menjadi seorang pengangguran. Sebagai manusia pada umumnya, setelah menyelesaikan pendidikan sarjana maka langkah selanjutnya, saya memilih untuk bekerja. Alhamdulillah saya lulus bulan november 2017, kemudian melempar surat pekerjaan ke berbagai perusahaan, baik sejurusan dengan bidang study maupun yang bukan. intinya, ada lowongan apapun saya lamar, karena ngga tau rejekinya nanti yang mana.

Alhamdulilllah setelah proses pencarian panjang selama 2 bulan (Desember-Januari), Lanjutkan membaca “After Graduated”