Day 5. Perjalanan Pertama

Hujan masih mengguyur di hari kedua program “dirumah aja” khusus wilayah Jawa Tengah. Aku sedikit cemas dan kesulitan mengingat hanya punya waktu 4 hari saja untuk menyelesaikan kerja. Ditambah signal yang tidak bisa diajak kerja sama jika musim hujan tiba. Semuanya serba menyebalkan. Tujuh tahun tinggal di kota semarang, belum pernah aku rasakan hujan yang begitu lebat seperti akhir – akhir ini. Bencana alam terdengar dimana – mana, dari mulai banjir, tanah longsor, rumah roboh dan orang hanyut. Semua terjadi begitu cepat. Seakan kami tidak punya kesempatan untuk mengemas barang yang berharga. Semoga Allah berikan hati dan takdir yang lembut kepada mereka. aku pernah mendengar bahwa apapun yang terjadi didunia adalah netral, yang menjadikannya baik atau buruk adalah dari perspektif kita masing – masing. Hujan mungkin bisa jadi sesuatu yang sangat baik untuk mereka yang membutuhkannya, namun sebaliknya akan menjadi buruk kepada mereka yang merasa tidak membutuhkannya. Alam mustahil akan bekerja sesuai kemauan kita, kitalah yang harus belajar untuk mengendalikan perasaan untuk menerima apapun yang diberikannya.

Aku bergegas mengeluarkan sepeda motorku setelah hujan terlihat mereda. Aku tidak terlalu bersemangat namun ku niatkan untuk silaturahmi dan belajar dengan calon bank sampah dampingan. Aku percaya bahwa niat baik akan mempertemukan kita dengan orang – orang yang baik pula. Setiap pertemuan dengan mereka selalu menyimpan pengalaman yang tidak pernah aku dapatkan di bangku kuliah. Aku membaca dengan seksama terakhir pesan yang diberikan oleh salah satu pengurusnya. Aku merasa arah jalanku sudah benar, tapi beberapa kali aku hilang arah. Bertanya dengan penduduk setempat, tidak sedikit membuatku malah semakin hilang arah. Rasanya ingin menyerah tapi aku enggan melakukannya. Ikhtiar bertanya masih aku lakukan dan aku tidak punya pilhan lagi untuk tidak percaya dengan penduduk setempat. Terimakasih orang – orang baik, semoga Allah balas kebaikan kalian di dunia dan akhirat.

Akhirnya aku menemukan papan nama calon bank sampah binaan. Lega sekali rasanya. Aku lumayan kaget ketika melihat beberapa pengurus berkumpul menyambutku. Aku kira akan bertemu dengan ketuanya saja, tapi aku lupa, kalau ini adalah kali pertama pertemuanya. Tidak heran jika mereka ingin memberikan kesan yang berbeda. Selama bekerja di dibidang sosial tidak pernah aku temui manusia yang buruk hatinya. Semuanya menyenangkan dan membahagiakan. Aku semakin percaya bahwa mereka adalah orang – orang pilihan Tuhan untuk menjaga lingkungan kita. Semoga misi kami selalu mendapatkan dukungan dari semesta. Lama sekali kami duduk bersama, tanpa terasa hujan kembali turun, udara menjadi dingin, tapi masih saja terasa hangat sambutan mereka. aku sebenarnya mau berlama – lama dengan mereka tapi aku sadar masih harus melanjutkan perjalanan. Aku pamit ketika hujan kembali mereda, aku lupa belum memasukkan jas hujan kedalam bagasi motor. Astaga, kenapa aku bisa lupa? Bagaimana ini? Ckck. Benar saja ketika beberapa meter perjalanan, hujan kembali menerjang bersama – sama. Alih – alih meneruskan perjalanan bertemu calon binaan bank sampah, aku putar motorku untuk pulang ke rumah. Berniat melanjutkan dengan persiapan yang matang. Huhuhu cerobohnya aku. Udah dulu yaa, besok lanjut lagi. Jangan haluuu, bahagia selalu..

Penulis: dibyoagungprabowoblog

Will dedicated Life in Healthy (Food and Body) and Humanity. #SellingForCaring!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s