Day 4. Meme Pak Ganjar

Hari ini aku sangat susah untuk tidur, padahal aku sudah mencoba mematikan lampu kamarku sejak pukul 21.00. aku menyadari bahwa mematikan lampu adalah momen terbaik untuk mengistirahatkan mata dan tubuhku. Aku sangat suka kegelapan, aku seolah bisa menjadi mata – mata untuk setiap kejadian diluar sana. Aku bisa melakukan apapun tanpa harus dilihat orang lain. Aku suka kesenyapan dan kesendirian. Mataku terus mengamati ikan cupang yang aku letakkan di dekat jendela. Ikan yang sudah aku rawat sekitar tiga bulan ini sudah terlihat membesar dan ekornya mekar sempurna. Sungguh cantik dan menyenangkan untuk dipandang. Lama ku pandangi, langit tiba – tiba saja menurunkan hujannya tanpa aba – aba. Menderu dan sangat berisik. Lengkap sudah kesendirianku ditemani ikan dan hujan. Aku harap bisa segera terlelap karena besok ada rencana untuk menemui beberapa calon bank sampah dampingan.

Sial. Benar – benar sial. Aku masih saja tidak bisa terlelap. Perutku terasa lapar. Aku masing ingat ada sambal teri kesukaanku di meja makan dan nasi hangat di rice cooker. Aku fikir itu adalah sesuatu yang tidak boleh dilewatkan. Hahahh. Segera saja aku mengambil porsi yang banyak, aku harap setelah mencoba untuk mengisi perut sampai kenyang, aku bisa segera terlelap. Setelah selesai, aku kembali ke kamar dan alarm pukul 3.00 pagi sudah berbunyi. Wah gimana nih? Kapan aku akan tertidur? Huft. Yasudahlah, aku mencoba untuk positif thingking, mungkin aku tidak akan tertidur sampai subuh. Aku masih mendengar hujan yang sangat deras diluar rumah. Benar – benar malam yang panjang. Aku mengambil hoodie dan memakainya. Mencoba untuk tidur bersama dingin dan hujan di kota semarang.

Aku terbangun mendengar suara berisik bapak yang sedang berbincang dengan tetangga. Melihat dari jendela kamar, diluar masih hujan. Apakah hujan tidak berhenti semalaman? ah tidak mungkin. Aku buka handphone dan ternyata sudah pukul 11.00 siang. Aku kaget dan segera mengambil handuk untuk mandi. Aku masih ingat ada agenda bertemu dengan calon bank sampah dampingan hari ini. Setelah selesai mandi, aku buka handphone dan bermaksud untuk meminta maaf kepada mereka atas keterlambatanku. Tetapi ternyata mereka sudah mengirimi aku pesan terlebih dahulu. Mereka meminta pengunduran pertemuan karena masih hujan dan beberapa lokasi terkena banjir. Astaghfirullah. Jadi, hujan memang tidak berhenti dari tadi malam. Segera aku membalas pesan tersebut dan mengiyakan untuk mengundur jadwal pertemuan. sedikit kecewa tetapi pasti yang terbaik.

Iseng membuka story whatsapp, banyak sekali yang memposting meme bapak ganjar dengan tulisan “Pie le? Saiki reti to kenopo tak kon neng omah? Neng njobo udan.” Tanpa sadar, aku terkekeh juga membacanya. Iya sih, hari pertama program dirumah aja memang sangat pas momennya. Terimakasih pak ganjar, aku bahagia sekaligus sedikit sedih. Udah dulu yaaa, nanti lanjut lagi. Jangan halu, semoga bahagia selaluu… (jangan lupa, dirumah aja). hehe

Penulis: dibyoagungprabowoblog

Will dedicated Life in Healthy (Food and Body) and Humanity. #SellingForCaring!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s