Day 1. Meragukan mimpi sendiri

Haii. Kenalin, aku dibyo. Aku punya banyak banget keresahan dalam hidupku. Tapi aku selalu menyembunyikanya dari keluarga dan orang lain. Aku memilih untuk mengungkapkannya lewat tulisan. semoga dengan tulisan ini, aku bisa merasa lega dan didengar oleh kalian. Aku percaya kalian yang mampir disini adalah orang yang memang ditakdirkan oleh Tuhan untuk bertemu denganku melalui tulisan. Semoga kita semua bisa bahagia dengan apa yang kita punya sekarang yaa..

Ada yang umurnya sudah menginjak angka 24 tahun? Wah kita sama. Tapi mungkin ada beberapa dari kita yang ngga sama keadaan kesehatan fisik dan jiwanya. Hal – hal yang aku rasain diumur segini tuh, sibuk dengan pikiran yang selalu merasa kurang karena beberapa teman – teman seperjuangan baik ketika sekolah menengah atas maupun kuliah sudah menemukan kebahagiannya masing – masing. Padahal aku juga sama seperti mereka, aku sudah kerja, aku menghasilkan uang, hanya saja aku memang belum tertarik untuk mencari pasangan hidup. Entah kenapa, aku pengen banget punya mimpi yang harus berhasil aku wujudkan sebelum aku menikah. Eh apa nih, kenapa udah sampai menikah ya? Hahahah. Jujur, kadang ada momen yang bikin aku, apa nikah sekarang aja ya? Siapa tau bla bla bla bla. Bahkan ada kejadian yang menurutku lucu. Jadi waktu itu ceritanya aku sedang mengistirahatkan tubuh setelah bantu mamah masak di dapur. Tiba tiba saja pintu kamar dibuka…

Mamah : “ Mas, mau nikah ngga?” tanyanya tiba – tiba.

Aku        : Hah? kaget karna ga ada angin ngga ada ujan main samber aja.

Mamah : Iya, mau nikah ngga? Tanyanya lagi dengan muka datar.

Aku        : Apasih mam! Kenapa emangnya? Timpaku setengah bengek.

Mamah : Mamah ada uang nih, kalau mau nikah, sekarang aja yaaa..

Aku        : Hahahahaha mamah kira nikah tuh kaya beli ciki diwarung apa? Nggak!

Mamah : Yaudah, ngga nih? Masih mastin terus.

Aku        : Apaan sih mam, gila aja, makan apa sih tadi?

Mamah : Yudah, fix yaaaa. Uangnya tak taruh dideposit aja kalo gitu.

  Aku        : Yaudah sono, simpen aja biar jadi banyaaak. Aku mau nikah pake uang sendiri. Doain aja semoga rejeki mas banyaak. Ngga mau nyusahin orangtuaa. Jawabku melegakan

Mamah : Aamiin. Malah beneran mamah ngga repott..

Aku        : Yeeee.. berangkat sonoo. Ati ati dijalan, semoga laris jualannya

Begitulah aku sama mamahku. Dari dulu aku memang hanya dekat dengan mamah. Beliau bisa jadi teman sekaligus mamah. Tapi ya gitu, terkadang ada hal hal yang ngga bisa aku ceritain kepadanya karena mamah sudah terlalu lelah dengan tanggungjawabnya. Aku memang punya niat ketika kelak aku menikah, aku pengen pakai biaya sendiri. Bahkan aku pengen bisa ngasih uang ke kedua orangtuaku kelak. Semoga niat baik kita semua bisa terwujud yaaa. Kalau kamu gimana? Iya, kamu yang baca tulisan sampai kata ini, sudah ada bayangan belum? Jangan khawatir, bermimpi itu gratis kok, siapa tau semesta mengaminkan. Peluk.

Ngomongin tentang mimpi, diumur 24 tahun ini apa kamu masih percaya dengan impian? Aku pribadi masih, tapi sering juga takut untuk memulai. Bodohnya aku, kalau seperti ini terus mimpi akan tetap jadi mimpi. Nggak akan pernah jadi nyata. Ngomong – ngomong, memangnya mimpiku apa ya? Kok sampai aku ngga berani untuk memulainya? Jadi gini temen – temen, aku tuh pengen banget punya impian hidup damai di desa dengan menerapkan ilmu zero waste, pengelolaan sampah rumah tangga, ngelola kebun organic, membantu memberdayakan masyarakat di desa, membantu mereka untuk mendapatkan pandangan baru tentang apa yang bisa mereka hasilkan dengan sumberdaya yang ada disana. Aku tau, ini masih sulit bagiku karena aku masih takut dengan kemungkinan kegagalan, aku belum punya sumber income passive untuk menghidupiku selama didesa nanti, aku masih karyawan lepas di salah satu NGO yang bergerak dibidang lingkungan. Maka dari itu, bantu doain aku yaa teman – teman, semoga aku bisa memanfaatkan segala fasilitas digital yang ada sekarang. Semoga aku ngga malu, semoga aku kuat. Kamu juga yang udah baca sampai tulisan ini, semoga kamu dan aku berani untuk melangkah membangun mimpi ya. Semangat!!

Segini dulu yaaa, nanti lanjut lagi kalau udah resah gelisah hahahah.

Daaah!

Baik baik disana yaaaa, jangan halu, semoga bahagia selalu.

Penulis: dibyoagungprabowoblog

Will dedicated Life in Healthy (Food and Body) and Humanity. #SellingForCaring!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s