Joo and Zoo (Part 3)

Joo sangat sedih. dia lalu duduk disisi kapal. Memandang kebelakang, mencoba menerima bahwa ia akan semakin jauh dengan kura-kura yang ia hempaskan ke lautan. Lama sekali ia memandang, hingga ia pun sudah tidak bisa lagi menemukan tempat dimana ia membuangnya. Kala itu, langit membuka sedikit tabirnya. Berkas berkas cahaya berlomba lari menerangi seisi dunia. Ini lah pertanda bahwa pagi akan segera datang. Joo tersenyum dan mencoba mengikhlaskan kura-kura cantiknya.

“Hmm… Huuuuuuh”. Joo yang sedari tadi menghirup udara segar yang dipersembahkan bumi untuknya.

Semua ABK masih tertidur lelap. Padahal sebentar lagi kapalnya akan segera tiba di bibir Pantai Wet. Pantai Wet merupakan pantai yang  digunakan untuk menyandarkan kapal nelayan penduduk setempat. Pantai ini tidak sebagus pantai-pantai yang ada di Pulau Merot. Karena setiap hari Pantai Wet selalu ramai dilalui oleh kapal sehingga membuat kondisi perairannya menjadi keruh dengan sedimen berwarna coklat pekat.

Joo segera membangunkan para ABK untuk segera mempersiapkan pembongkaran ikan. Ia datangi satu persatu ABK yang masih tidur dan membangunkannya untuk shalat subuh berjamaah. Kemudian mereka saling bahu membahu mempersiapkan pembongkaran ikan. Satu per satu cool bog berhasil terisi oleh ikan-ikan beku. Setelah beberapa menit, kurang lebih 20 cool bog telah terisi. Namun, stok ikan didalam palka masih banyak. Joo ingat dikamarnya masih terdapat satu cool bog bekas wadah kura-kura. Segera saja ia bergegas mengambilnya dan ketika sampai disana, ia melihat semacam benda mirip mahkota milik kura-kura yang tergeletak disana.

“Ini kan benda yang ada dikepalanya kura-kura.” Ucapnya penasaran. “Pantas saja ia mati. Pasti dia kesakitan karena benda ini terlepas dari tubuhnya.” Ucapnya memberikan kesimpulan. Joo segera menyimpan benda tersebut dan segera membawa cool bog ke dek kapal.

*****

Zoo merasakan sakit yang luar biasa dibagian kepala. Mungkin karena ia terlalu keras membenturkan tubuhnya ke dinding cool bog. Namun itu semua tidak masalah baginya. Karena ia sudah berhasil menjalankan rencananya. Ia sekarang sudah bebas dari manusia itu dan akan segera pulang ke kampung halamannya didasar laut. Corraling.

Corraling adalah nama dasar laut paling indah di lautan. Ia menjadi tempat hidup bagi populasi kura-kura. Karena disana terdapat banyak sekali spesies terumbu karang yang hidup. Rumput laut pun hidup dan berkembang biak sangat baik, mereka layaknya permadani warna warni yang membentang seluas lautan. Wajar bila terumbu karang dan rumput laut tumbuh subur karena perairan tersebut tidak terlalu dalam. Sehingga terumbu karang dan rumput laut nya masih bisa mendapatkan asupan cahaya matahari yang berguna bagi mereka untuk bertahan hidup.

Sudah lama Zoo merindukan tempat tinggalnya. Tidak peduli apa yang akan dikatakan rakyatnya tentang kepergian dirinya waktu itu. Yang terpenting sekarang, ia sudah berubah. Ia bertekad akan memperbaiki segalanya. Sudah lama sekali Zoo berenang namun belum juga sampai ke tempat tinggalnya. Ia berhenti. Melihat dan mengamati dengan seksama setiap sudut lautan.

“Haaah.. itu dia. Itu kampungku. Istanaku.” Ucapnya semangat dan segere berenang menuju tempat tersebut.

Benar sekali, tidak lama kemudian Zoo telah sampai di kampung halamannya. Kampung terindah selautan. Kampung dambaan setiap spesies di lautan. Disetiap perjalanan ia mengamati terumbu karang, rumput laut dan ikan ikan yang sedang asik bermain. Zoo sangat merindukan tempat ini. Ia kemudian bergegas menuju Istana Virdanbil. Istana yang telah ia tinggalkan waktu itu.

Sampailah dia di gerbang pintu istana. Zoo ragu untuk membukanya. Ia masih takut. Lama sekali ia terdiam didepan gerbang.

“Kenapa aku takut ya? Aaah.. aku tidak boleh seperti ini. Aku harus berani. Aku kan sudah berjanji mau memperbaiki semuanya. Oke, aku akan membuka gerbangnya. “Ujarnya pada diri sendiri.

“Jegleg!” Pertanda bahwa gerbang berhasil di buka.

Zoo berhasil membuka pintu gerbang Istana Virdanbil. ia kaget…..

Penulis: dibyoagungprabowoblog

Will dedicated Life in Healthy (Food and Body) and Humanity. #SellingForCaring!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: